Day 2, 28 February 2016
“Hungry
tummy”
Kaki masih cenat cenut karena kebanyakan jalan
kemarin, tapi di hari kedua ini pasti akan lebih cenat cenut. Tujuan utama kami
hari ini adalah menuju Sentosa dan belanja-belanja dong yaaa... Sebelum menuju
tempat pertama, kami mencari sarapan dulu di daerah Bugis. Tetapiii... banyak toko
yang belum buka, masa kita harus makan makanan sevel lagi. Setelah semalam kami
bingung mau makan apa dan berakhir dengan makanan angetan Sevel. hikss..
Akhirnya kami memutuskan untuk menahan lapar dan
mencari sarapan dekat Sentosa atau Vivo City. Menuju Sentosa kami memakai rute
yang sama seperti kemarin ke Handersen Wave, karena sama-sama ke stasiun MRT
Harborfront. Keluar dari stasiun MRT harborfront kami langsung mencari sarapan
di Vivo City, yang ternyata lebih banyak pilihannya dan Halal.
Saya membeli kaya toast sedangkan teman saya
membeli nasi ayam Hainan. Dan sekali lagi terdapat miss komunikasi saya dengan
si penjual. Saya memesan 1 paket kaya toast dengan kopi plus es teh, tetapi si
penjual hanya memberikan saya kaya toast dengan es teh. Huhuhuuu.. padahal saya
mau merasakan kopinya. Yasudah lah karena antrian dibelakang sudah puanjang,
saya sudah tidak minat lagi untuk beli kopinya.
![]() | |
| Kaya toast dan sedikit penampakan ayam hainan. hehehe.. |
“We met a
lot of artist”
Perut sudah terisi, waktunya melanjutkan
perjalanan. Kami menuju lantai 3 untuk naik monorail menuju Sentosa. Sebenarnya
ada bis gratis menuju Sentosa, bisnya ‘mangkal’ didepan Vivo City Mall. Menuju
loket pembelian antrinya ga heran ya kalo sampai mengular, jadi kalau mau ke Sentosa
lebih baik pagi-pagi sekali kalau tidak mau antri. Selain untuk membeli tiket
monorail, loketnya juga digunakan untuk membeli tiket atraksi yang ada di
Sentosa seperti Universal Studio atau Madame Tussaud Museum. Saya membeli 2
tiket monorail dan 2 tiket terusan ke Madame
Tussauds Museum, semua seharga 88SGD (harga tiket monorailnya 4SGD/orang).
Lumayan yaaa.. hehehe...
Kami turun di Imbiah Station, menuju ke Madame
Tussauds Museum. Di stasiun ini terdapat patung Merlion yang gede banget itu
lho. Sepertinya lebih besar dari yang ada didekat Marina Bay. Untuk menuju
Maddam Tussaud museum kami harus menaiki beberapa escalator, sudah sampai
lantai paling atas barulah kami menemukan museumnya. Untung saja menggunakan
escalator, coba kalau tidak. Saya sudah melambai-lambai ke kamera karena tinggi
sekali.
Musseum Maddam Tussaud ini adalah museum patung
lilin. Tetapi tidak sembarang patung lilin, patung lilin tokoh-tokoh terkenal
dunia dan artis dunia. Please jangan nanya ada patung Aliando ga disini yaaa...
hehehe... diantaranya adalah ada patung lilin presiden pertama kita Bpk.
Soekarno. Patungnya dibuat persiiiiss seperti asli, dilihat dari dekat seperti
orang asli. Ada Jhonny Depp favorit saya, Katty Perry, Taylor Swift dan banyak
lagi.
![]() |
| Road to Madame Tussauds |
![]() |
| Beberapa patung lilin di Madame Tussauds |
![]() |
| Madame Tussauds ticket |
![]() |
| 'walk of fame-walk of fame an' |
Setelah selesai bercengkrama dengan para tokoh
dan artis dunia, kami menuju pertunjukan 4D yang merupakan satu paket dengan
tiket kami. Film dengan durasi kurang lebih 20 menit, ya ga seru-seru banget
sih. Tetapi lumayan lah numpang ngadem di bioskopnya hehhehe...
![]() |
| Sentosa 4D |
“Sentosa
Explorer”
Tiket atraksi sudah digunakan semua, sisanya ya
tinggal explore Sentosa saja. Dari Imbiah Station kami jalan menuju Universal
Studio, ternyata tidak terlalu jauh dari sana. Setelah foto-foto di globe
Universal yang iconic itu, awalnya kami memutuskan untuk pulang. Tetapi masih
kurang aja gitu, masih sebentar disini. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju
Siloso beach. Penasaran seperti apa sih pantai di Singapur hihihi.. kami naik
monorail menuju stasiun paling akhir untuk menuju pantai ini. Kalau
dibandingkan pantai di Indonesia ya jauh lah ya. Tetapi kalau dibandingkan
dengan pantai Ancol ya lebih baik pantai Siloso ini hahaha...
![]() |
| Didepan Universal Studio Singapore |
![]() |
| Siloso Beach |
“Shop till
drop”
Langit mendung dan hujan pun turun, memang sudah
saatnya pulang. Kami kembali menuju Vivo city untuk melanjutkan perjalanan kami
selanjutnya yaituuuu SHOPIIIING... hohohoo.. Kami menuju Orchard road, dari stasiun MRT Harborfront kami menuju stasiun MRT Orchard dengan 1 kali transit di stasiun MRT Dhoby Ghaut. Sebelum 'shoping-shoping', jadi turis alay di sepanjang orchard road menikmati sore. Beli es krim uncle yang lagi ngehits disini (itu lho eskrim potong yang di mall-mall sini, kalau disana dijual dipinggir jalan kota yang banyak turisnya hehehe). Es krim sudah habis, lumayan tambah tenaga buat jalan karena belum makan siang hiksss... Kami berjalan mencari Lucky Plaza, ternyata eh ternyata kita salah keluar pintu keluar stasiun MRT jadinya kita butuh jalan lumayan jauh untuk menuju Lucky Plaza. Untung tujuannya belenja, jadi masih semangat 45. Lets Gooooo!!!
![]() |
| Red bean ice cream never die!! |
Setelah sampai di Lucky Plaza, 2 orang yang katanya ga mau belanja banyak alias udah di budget sekian buat shoping tapi pada dasarnya doyan belanja akhirnya kehabisan duit. Oh my God, we run out money!! Gitu aja repot, tinggal ke money changer aja. Masalahnya kita juga ga ada yang pegang rupiah banyak, ga mungkin nuker 100ribu rupiah disini. Sayaaaangggg.. Akhirnya saya bertanya ke penjual dimana kalau saya mau tuker uang tapi kami ga punya uang fisik buat dituker (nah lho??), awalnya si pedagang bingung lalu dia baru sadar yang kami maksud. Lalu dia menyarankan untuk mengambil di atm, jika kartu kalian bisa visa atau mastercard atau apa saja yang punya link sama. Oh iyaaaa, 2 panic stupid people baru sadar, kalau mereka sedang di kota bukan di hutan. Ada ATM!! Ya walaupun biaya adminnya lumayan (Rp.25.000 kalau ga salah), lumayan buat tambahan belanja hahaha...
Perut keroncongan setelah semua belanjaan titipan udah ditangan, baru sadar kalau kita baru kemasukan makanan waktu sarapan saja. Laperrrrr. Berhubung kita masih mual sama bau-bau nasi briyani dan nasi lemak, kami berusaha mencari makanan Indonesia. Oh Bakso, i miss you so much!! Setelah muter-muter di Lucky Plaza, akhirnya kami menemukan restoran Indonesia. Thanks God.. Ketemu soto ayam, udah kaya ketemu Jhonny Depp. Seneng banget, susah lidah tradisional baru sehari di negeri orang udah kangen soto. Harganya bisa dibilang lumayan sih untuk taste yang kalah jauh sama soto ayam disini (ya iyalaaah), sekitar Rp80.000/porsi (Wow yaaa.. kalau disini udah bisa traktir beberapa orang hahaha).
Perut sudah kenyang saatnya pulang. Walaupun masih jam 7 sore (karena disana jam 7 belum gelap hehe), kami harus segera sampai hotel lagi untuk mengambil tas kami dan melanjutkan perjalanan kami ke Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya masih mau berlama-lama di Singapore, tapi next time pasti kesini lagi kan yaaa.. Aamiin....





















